Tampilkan postingan dengan label Touring. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Touring. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Desember 2011

Rajawali Cikarang - Goes to Bromo

Pada hari  (17/12) Honda Bikers Day resmi digelar. Lautan pasir, udara yang sejuk dan hutan hijau di kawasan gunung Bromo jadi saksi ribuan bikers yang mulai berdatangan dari segala penjuru Indonesia.
Sebagai kawasan taman nasional, Bromo ini merupakan daerah yang dilindungi ekosistemnya. Kekayaan alamnya dijaga agar selalu dalam kondisi baik. Bahkan untuk menggelar Honda Bikers Day, pihak panitia diwanti-wanti agar tidak merusak lingkungan. "Dari awal sudah memberikan tantangan pada para peserta agar menjaga kebersihan, tidak buang sampah sembarangan," buka Istiyani Susriyati, Kepala Divisi Honda Customer Care Center (HC3) PT Astra Honda Motor (AHM).

"Hal ini sekaligus menunjukan pada publik bahwa bikers itu juga menjaga dan mencintai lingkungan," lanjut wanita ramah ini sambil menjelaskan kalau Bromo dipilih agar dapat menunjukan pada masyarakat bahwa kita memiliki tempat wisata yang sangat indah. Komitmen ini pun disambut positif oleh para bikers yang hadir. Selain tetap menjaga kebersihan, besok juga akan diadakan penanaman 300 bibit pohon cemara.
Penanaman pohon dilakukan di sekitar kawasan kampung bikers Seruni View sebagai wujud kepedulian bikers Honda terhadap kelestarian lingkungan.

"Lewat penanaman pohon secara simbolis di event ini, harapannya para bikers yang turut melestarikan lingkungan di kotanya masing-masing," beber Nyoman Kesawa, Costumer Information & Community Development Head PT AHM.
 
Hmpc Indonesia Cikarang tak ketinggalan juga ikut menghadiri acara Honda Bikers Day 2011. Diawakili oleh Febri Esa Ismanto dan Fajar Widiyanto . Dua Rajawali Perbatasan Cikarang ini mampu melewati lebih dari 2500 km dalam waktu kurang lebih 4 hari ditempuh dari Kamis malam dan kembali ke Cikarang Minggu Malam.
 bro Fajar Widianto dengan kuda besinya
bro Febri dengan tunggangannya

Selasa, 01 Maret 2011

Menara Siger Lampung

 view menara siger

Mungkin tak banyak yang sudah mendengar tentang Menara Siger yang terletak di Lampung, namun ternyata lansekap khas setempat itu sudah mulai menarik banyak perhatian wisatawan domestik dan mancanegara.
Bila melihat bentuk menara ini, Anda akan merasa bentuk bangunan tersebut sangat unik dan tak lazim ditemui. Pasalnya Menara Siger yang diresmikan pada 1 Mei 2008 oleh Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P ini memang dibangun mengikuti bentuk mahkota pengantin wanita adat khas Lampung.
 team touring
Menara siger ini akan dikelola badan pengelola menara siger dan rutin menampilkan berbagai jenis kegiatan dan pertunjukkan kesenian. Pada hari Jumat misalnya digelar Istoqosah oleh alim ulama, sedangkan di malam Minggu ditampilkan seni budaya yang menarik perhatian dari Jawa, Batak, Lampung, Sunda dan Banten.
Bangunan menara ini dirancang oleh arsitek terkenal Ir. Ansori Djausal di tahun 2005 di atas bukit di Bakauheni. Bersama Pemerintah Provinsi Lampung ia berdiskusi dan menjatuhkan pilihan untuk membangun sebuah lansekap yang kental dengan ciri khas Lampung, yaitu mahkota Siger.

Minggu, 12 Desember 2010

Honda Bikers Day 2010 & 7th Honda MegaPro Club Indonesia

Salam bikers. Honda Bikers Day 2010 kali ini bertempat di Kiara Payung, Sumedang. Ajang berkumpul bersama para pemilik motor  Honda yang bertema Brotherhood in One Heart ini berhasil memecahkan rekor MURI lebih dari 6500 motor hadir dalam Honda Biker Day 2010. Acara yang di gelar di tahun kedua ini mendapatkan apresiasi yang lebih dari event Honda Biker Day yang pertama di Pangandaran. Dalam event HBD terdapat 7 tahun berdirinya Honda MegaPro Club Indonesia yang dihadiri oleh lebih dari 250 motor dari berbagai perwakilan 38 chapter di Indonesia.
Kenang-kenangan berpose di mini stage
foto udara MURI dengan tag line " One Heart "
Anniversary 7 th Honda MegaPro Club Indonesia
foto bersama
potong kue ditemani dua gadis cantik
berdoa untuk rekan-rekan yg telah mendahului & berjabat tangan

Selasa, 09 November 2010

Ciwidey, Jawa Barat


Ciwidey adalah sebuah kecamatan di Kabupaten BandungProvinsi Jawa Barat, Indonesia. Kecamatan ini terletak di sebelah selatan Kota Bandung. Daerah ini berbatasan dengan Kabupaten Cianjur, dengan akses jalan yang menembus daerah Cianjur selatan.

Ciwidey dikenal sebagai daerah tujuan pariwisata, dan juga sebagai daerah penghasil produk-produk pertanian dan perkebunan. 

Objek wisata di daerah ini diantaranya adalah:
§                     Situ Patenggang
§                     Ranca Upas
§                     Kawah Putih
§                     eMTe Highland Resort
§                     Pemandian Air panas Cimanggu
§                     Pemandian Air Panas dan Cottage Walini

Tak lengkap rasanya jika kita berkunjung ke Ciwidey tidak singgah di Cimanggu, sebuah tempat pemandaian air panas. Setelah berwisata di seputar Ciwidey dengan berbagai tempat menariknya, terasa nikmat membasuh badan dengan air panas alami untuk menghilangkan pegal-pegal badan di Cimanggu.
Siang itu suasana di sekitar Cimanggu agak mendung, beberapa petugas cewek nampak berdiri di loket pintu masuk untuk menyambut kehadiran kami. Setelah membayar tiket masuk, dengan ramah gaya khas sunda kami dipersilahkan masuk.  Untuk masuk kami harus membayar Rp. 11.000/orang. 
Harga cottage yg ditawarkan pun bervariasi mulai dari Rp. 550.00 sampai Rp 1.500.00 selama semalam. Harga tersebut pasti sebanding dengan fasilitas yg ditawarkan.
Jadi mampirlah ke Cimanggu jika ada berkunjung ke Ciwidey....

 foto bersama kuda besi di pemandian air panas Cimanggu


 di depan cottage Walini

on the road...

Jumat, 02 Juli 2010

Hidup Memang Penuh Cerita (HMPC)

Lain memang jika sebuat komunitas memiliki theme song sendiri untuk mereka, bagi Honda MegaPro Club Indonesia persaudaraan yang erat menjadi tali silaturahmi bagi kita para pengguna motor khususnya komunitas MegaPro di Tanah Air. Ulasthree adalalah Sebuah band yang salah satu anggotanya, Iyang (Ketua Chapter Brebes) yang memiliki ide kreatif untuk menciptakan sebuah lagu untuk menyemangati rekan-rekan se-Chapter setanah Air maka terciptalah sebuah karya yang patut di akui jempol. " Get up To Spirit be Brothers N keep Rolling "..........

dunia telah menunggu
hari ini apa yang akan kau lakukan
isi hidupmu
rasakan lagi gairah
yang menantang naluri

tuk kembali beraksi
jelajahi bumi...
Hidup Memang Penuh Cerita (HMPC)
yang slalu berbeda
memberi warna kisah hidupmu
reff: 
Nyalakan nyalimu
Kalahkan Takutmu
Get Up TO spirit
Be Brother... Be bRother N keep Rollink
On the Way




Senin, 17 Mei 2010

Road to Taman Wisata Air Panas Guci, Tegal

Kalau kota Bogor memiliki Puncak, Purwokerto memiliki Baturaden, Yogyakarta memiliki Kali Urang, maka kota Tegal selain dikenal sebagai penghasil teh dan satenya, Tegal juga punya daerah wisata yang tak kalah dengan daerah lain yakni pemandian air panas Guci yang terkenal sejuk dan asri.

Berbatasan dengan Brebes dan Pekalongan Obyek Wisata Guci berada di kaki Gunung Slamet. Guci yang secara geografis masuk ke wilayah Kabupaten Tegal ini merupakan daerah subur yang berudara dingin. Suasana pegununungan sudah tampak ketika kita memasuki daerah kabupaten Tegal. Guci ini tepatnya berlokasi di Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal.

Sungguh sangat terasa udara sejuknya jika anda menikmat perjalanan dengan menggunakan sepeda motor, bagi para kalangan bikers touring merupakan agenda wajib setiap club atau komunitas motor. Bertolak dari kota Cikarang saya dan rombongan berangkat pada pukul 23.00 WIB dan sampai di vila tujuan tempat menginap pada pagi hari sambil menikmati sunrise di kaki bukit menjadikan lelah dan capek dalam perjalanan menjadi tidak terasa.

Sebelum memasuki obyek wisata pemandian air panas Guci itu akan kita lewati daerah subur dengan pemandangan sawah, perkebunan sayur dan bawang merah akan mendominasi sepanjang kanan dan kiri jalan yang kita lalui. Rasa tak sabar ingin merasakan air yang konon berkhasiat di Guci terhibur dengan pemandangan indah dan udara sejuk itu. Jalan raya menuju Guci yang tidak terlalu ramai semakin merasuk ke dalam jiwa serta membangkitkan suasasa pedesaan nan damai.

Sekitar lima kilometer lagi menuju lokasi, tampak vila-vila atau pemondokan yang berjejer dipinggir disewakan untuk menampung para pelancong yang ingin bermalam. Tegal tidak hanya dikenal dengan Gucinya, teh pocinya tidak boleh dilupakan untuk dicicipi. Rasanya kurang afdol jika sudah sampai di Tegal tidak menghirup tehnya yang kental dan manis. Pocinya yang terbuat dari tanah liat menambah kenikmatan tersendiri.

Saya sempat mengobrol dengan penduduk asli setempat dan sempat bercerita menurut mitos yang telah beredar selama ratusan tahun, air panas Guci adalah air yang diberikan Walisongo kepada orang yang mereka utus untuk menyiarkan agama Islam ke Jawa Tengah bagian barat di sekitar Tegal. Karena air itu ditempatkan di sebuah guci (poci), dan berkhasiat mendatangkan berkat, masyarakat menyebut lokasi pemberian air itu dengan nama Guci.

Tetapi karena air pemberian wali itu sangat terbatas, pada malam Jumat Kliwon, salah seorang sunan menancapkan tongkat saktinya ke tanah. Atas izin Tuhan, mengalirlah air panas tanpa belerang yang penuh rahmat ini. Nah, Sampai saat ini, setiap malam Jumat Kliwon, banyak orang datang dan mandi di tempat pemandian air panas ini untuk mendapat berkah. Bagi masyarakat sekitar obyek wisata ini, Guci adalah air hangat yang mengalir deras dari ujungnya, terus-menerus, tanpa henti. Kehangatan airnya dipercaya bisa menyembuhkan penyakit.

Ada sekitar 10 air terjun yang terdapat di daerah Guci. Di bagian atas pemandian umum disebut pancuran 13. Agak jauh sekitar satu kilometer, terdapat air terjun dengan air dingin bernama Air Terjun Jedor. Dinamai begitu karena dulu tempat di sekitar air terjun setinggi 15 meter itu adalah milik seorang Lurah yang bernama Lurah Jedor.

Pemandian pancuran 13 adalah lokasi yang paling banyak dikunjungi orang. Disebut begitu karena memiliki pancuran berjumlah tigabelas buah. Pemandian ini bisa dinikmati siapa saja alias tak bayar. Selain itu, berendam di pancuran tujuh merupakan alternative lainnnya. Di pancuran ini, penduduk desa Guci juga sering mandi entah untuk keperluan mencari berkat maupun untuk menyembuhkan penyakit seperti rematik, koreng atau penyakit kulit lain.

Objek wisata ini biasanya ramai dikunjungi pada malam Jumat Kliwon. Banyak orang yang ngalap berkah. Konon,kalau mandi pada jam dua belas malam dengan memohon sesuatu, permohonan apapun akan dikabulkan. Kepercayaan ini sudah turun-temurun. Jika hanya ingin menikmati pemandangan, Guci menawarkan wisata hutan. Sambil jalan-jalan menikmati pemandangan pepohonan pinus, Anda dapat merasakan kesejukan daerah ini.

Jika tidak berminat untuk jalan-jalan, Anda dapat menyewa kuda untuk berkeliling dan melihat air terjun. Dengan begitu Anda dapat menikmati pemandangan tanpa merasa lelah dan sekaligus bisa belajar menunggang kuda. Bila Anda ingin merasa puas berkeliling di area wisata seluas sekitar 210 hektar ini, Anda dapat menginap di daerah ini selama beberapa hari. Ada banyak penginapan di sini, dari kelas melati sampai berbintang.

Sesungguhnyalah objek wisata ini terletak di kaki Gunung Slamet bagian utara dengan ketinggian kurang lebih 1.050 meter dari kota Slawi sekitar 30 km atau dari kota Tegal berjarak tempuh sekitar 40 km ke arah selatan. Di tempat wisata ini telah tersedia berbagai macam fasilitas seperti penginapan, wisata hutan (wana wisata), kolam renang air panas, lapangan tennis, lapangan sepak bola, hotel, villa dan bumi perkemahan.