Senin, 17 Mei 2010

Road to Taman Wisata Air Panas Guci, Tegal

Kalau kota Bogor memiliki Puncak, Purwokerto memiliki Baturaden, Yogyakarta memiliki Kali Urang, maka kota Tegal selain dikenal sebagai penghasil teh dan satenya, Tegal juga punya daerah wisata yang tak kalah dengan daerah lain yakni pemandian air panas Guci yang terkenal sejuk dan asri.

Berbatasan dengan Brebes dan Pekalongan Obyek Wisata Guci berada di kaki Gunung Slamet. Guci yang secara geografis masuk ke wilayah Kabupaten Tegal ini merupakan daerah subur yang berudara dingin. Suasana pegununungan sudah tampak ketika kita memasuki daerah kabupaten Tegal. Guci ini tepatnya berlokasi di Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal.

Sungguh sangat terasa udara sejuknya jika anda menikmat perjalanan dengan menggunakan sepeda motor, bagi para kalangan bikers touring merupakan agenda wajib setiap club atau komunitas motor. Bertolak dari kota Cikarang saya dan rombongan berangkat pada pukul 23.00 WIB dan sampai di vila tujuan tempat menginap pada pagi hari sambil menikmati sunrise di kaki bukit menjadikan lelah dan capek dalam perjalanan menjadi tidak terasa.

Sebelum memasuki obyek wisata pemandian air panas Guci itu akan kita lewati daerah subur dengan pemandangan sawah, perkebunan sayur dan bawang merah akan mendominasi sepanjang kanan dan kiri jalan yang kita lalui. Rasa tak sabar ingin merasakan air yang konon berkhasiat di Guci terhibur dengan pemandangan indah dan udara sejuk itu. Jalan raya menuju Guci yang tidak terlalu ramai semakin merasuk ke dalam jiwa serta membangkitkan suasasa pedesaan nan damai.

Sekitar lima kilometer lagi menuju lokasi, tampak vila-vila atau pemondokan yang berjejer dipinggir disewakan untuk menampung para pelancong yang ingin bermalam. Tegal tidak hanya dikenal dengan Gucinya, teh pocinya tidak boleh dilupakan untuk dicicipi. Rasanya kurang afdol jika sudah sampai di Tegal tidak menghirup tehnya yang kental dan manis. Pocinya yang terbuat dari tanah liat menambah kenikmatan tersendiri.

Saya sempat mengobrol dengan penduduk asli setempat dan sempat bercerita menurut mitos yang telah beredar selama ratusan tahun, air panas Guci adalah air yang diberikan Walisongo kepada orang yang mereka utus untuk menyiarkan agama Islam ke Jawa Tengah bagian barat di sekitar Tegal. Karena air itu ditempatkan di sebuah guci (poci), dan berkhasiat mendatangkan berkat, masyarakat menyebut lokasi pemberian air itu dengan nama Guci.

Tetapi karena air pemberian wali itu sangat terbatas, pada malam Jumat Kliwon, salah seorang sunan menancapkan tongkat saktinya ke tanah. Atas izin Tuhan, mengalirlah air panas tanpa belerang yang penuh rahmat ini. Nah, Sampai saat ini, setiap malam Jumat Kliwon, banyak orang datang dan mandi di tempat pemandian air panas ini untuk mendapat berkah. Bagi masyarakat sekitar obyek wisata ini, Guci adalah air hangat yang mengalir deras dari ujungnya, terus-menerus, tanpa henti. Kehangatan airnya dipercaya bisa menyembuhkan penyakit.

Ada sekitar 10 air terjun yang terdapat di daerah Guci. Di bagian atas pemandian umum disebut pancuran 13. Agak jauh sekitar satu kilometer, terdapat air terjun dengan air dingin bernama Air Terjun Jedor. Dinamai begitu karena dulu tempat di sekitar air terjun setinggi 15 meter itu adalah milik seorang Lurah yang bernama Lurah Jedor.

Pemandian pancuran 13 adalah lokasi yang paling banyak dikunjungi orang. Disebut begitu karena memiliki pancuran berjumlah tigabelas buah. Pemandian ini bisa dinikmati siapa saja alias tak bayar. Selain itu, berendam di pancuran tujuh merupakan alternative lainnnya. Di pancuran ini, penduduk desa Guci juga sering mandi entah untuk keperluan mencari berkat maupun untuk menyembuhkan penyakit seperti rematik, koreng atau penyakit kulit lain.

Objek wisata ini biasanya ramai dikunjungi pada malam Jumat Kliwon. Banyak orang yang ngalap berkah. Konon,kalau mandi pada jam dua belas malam dengan memohon sesuatu, permohonan apapun akan dikabulkan. Kepercayaan ini sudah turun-temurun. Jika hanya ingin menikmati pemandangan, Guci menawarkan wisata hutan. Sambil jalan-jalan menikmati pemandangan pepohonan pinus, Anda dapat merasakan kesejukan daerah ini.

Jika tidak berminat untuk jalan-jalan, Anda dapat menyewa kuda untuk berkeliling dan melihat air terjun. Dengan begitu Anda dapat menikmati pemandangan tanpa merasa lelah dan sekaligus bisa belajar menunggang kuda. Bila Anda ingin merasa puas berkeliling di area wisata seluas sekitar 210 hektar ini, Anda dapat menginap di daerah ini selama beberapa hari. Ada banyak penginapan di sini, dari kelas melati sampai berbintang.

Sesungguhnyalah objek wisata ini terletak di kaki Gunung Slamet bagian utara dengan ketinggian kurang lebih 1.050 meter dari kota Slawi sekitar 30 km atau dari kota Tegal berjarak tempuh sekitar 40 km ke arah selatan. Di tempat wisata ini telah tersedia berbagai macam fasilitas seperti penginapan, wisata hutan (wana wisata), kolam renang air panas, lapangan tennis, lapangan sepak bola, hotel, villa dan bumi perkemahan.


Rabu, 05 Mei 2010

apa itu SNI, SNEEL & DOT


Melalui Peraturan Menteri Perindustrian No 40/M-IND/Per/6/2008, Pemerintah mewajibkan seluruh pengendara sepeda motor menggunakan helm yang telah lulus standarisasi nasional dan mendapatkan label SNI.

Seperti halnya peraturan pemerintah yang lain, peraturan baru biasanya memiliki pro dan kontra tersendiri. Ini bisa dilihat pada situs detik yang mengumpulkan jenis pro dan kontra beserta dengan alasannya tersendiri (lihat pro dan kontra).
Pro Kontra

Mereka yang pro rata-rata mengatakan bahwa ini bagus untuk Indonesia agar semuanya standar dan ini memang demi keamanan dan kenyamanan berkendara. Rata-rata yang mengatakan pro kalau saya lihat tidak begitu tahu tentang teknologi helm dan kualitas standar helm ber-SNI. Mereka yang kontra (saya termasuk kontra kali ya) rata-rata merupakan bikers sejati mengungkapkan kekecewaannya mengenai standar helm SNI ini karena memang helm yang mereka miliki tidak mempunyai standar SNI. Tetapi jangan salah helm yang mereka miliki lebih mahal dan standar yang diterapkan adalah standar luar negri.

Sesuatu yang baru wajar mendapat pro dan kontra. Sesuatu yang diatur saja terkadang masih ruwet, apa lagi yang tidak diatur. Inilah titik tengah kenapa helm dengan standar SNI wajib digunakan.

Alasan Kontra Biker



Saya bertanya kepada anda, mungkinkah helm diatas memiliki standar SNI?

Helm diatas adalah Helm Nolan Xlite X602 dan helm tersebut dipakai pada ajang MotoGP-WSBK. Namun demikian helm yang terlihat sangat aman tersebut tidak ber SNI , dengan katak lain helm diatas tidak ber-SNI. Namun demikian jangan salah tangkap dulu mengenai kualitasnya. Helm diatas malah mendapat sertifikat dari -SNELL-FIM.

Helm standar SNELL dan DOT

Bagi yang belum tahu, SNELL MEMORIAL FOUNDATION merupakan lembaga institusi standar independen yang tidak terikat pada regulasi Negara. Lembaga ini diakui memiliki standar tinggi dan didukung oleh banyak pabrikan helm kelas dunia. Bahkan SNELL melakukan pengujian lebih ketat dari standar pemerintah amerika. SNELL bahkan memiliki spesifikasi yang sangat spesifik meliputi tipe dan ukuran.

Beberapa merek Helm yang memiliki kualifikasi SNELL antara lain AGV, Arai, Astral-X, Astro-TR, Chaser, Classic-LE2, Classic/c, Condor, Corsair, GP-5X, Omni-J, Quantum-2, Rapide-Ov, X-Eleven, dan XR-1000

Salah satu lembaga sertifikasi helm lainnya adalah DOT. DOT merupakan singkatan dari Departement of Transportation di amerika dengan kode FMVSS 218. Helm yang memiliki stiker DOT adalah helm yang telah lulus uji produk yang dilakukan oleh NHTSA (National Highway Traffic Safety Association). Helm dengan stiker DOT banyak ditemukan di pasaran antara lain dengan merek KYT, MDS dan helm lain yang mereknya gak terlalu saya hafal.

Sebetulnya helm dengan sertifikasi SNELL dan DOT merupakan sertifikasi yang diakui oleh International dan diadopsi oleh 50 negara besar di dunia diantaranya negara-negara Eropa, Amerika dan Jepang. Lantas apakah helm dengan standar SNI jauh lebih aman daripada standar SNELL atau DOT?

Helm Standar SNI

Nah sebelum kita menjelajah lebih jauh, baca dulu deh standarisasi helm SNI. Sebetulnya undang-undang tidak menjelaskan secara rinci spesifikasi helm SNI, namun demikian ada patokan khusus helm SNI sbb (diambil dari blog diviarsa):

kualifikasi helm yang memenuhi aturan SNI adalah helm terbuka (open face) dan tertutup (full face). helm terbuka memiliki konstruksi bagian yang menutup kepala sampai dengan bagian leher dan menutup depan kuping, sedangkan full face memiliki bentuk helm yang menutup kepala atas, bagian leher dan bagian mulut.

helm yang standar harus memiliki tempurung, lapisan pelindung bagian dalam untuk menyerap energi benturan, pelindung muka, bantalan kenyamanan, lapisan pengaman, alat penahan, tali pemegang, penutup dagu, pet, penutup wajah bagian bawah, lubang ventilasi, lubang pendengaran, jaring helm, dan bidang dasar kepala

Apakah SNI lebih bagus dibanding SNELL / DOT

Orang Indonesia sering menyebutkan ada harga ada rupa. Ini ternyata juga berlaku pada helm lho. Harga helm keluaran SNELL / DOT berbanding lurus dengan kualitas helmnya. Kalau penasaran dengan yang namanya harga helm intip deh list harga berikut (dianbil dari ducati monster) :

Arai (4-8 juta)
Airoh (1-3 juta)
Agv (1-7 juta)
Bieffe (2-5 juta)
Caberg (4-8 juta)
Dainesse (2-4 juta)
Givi (1-3 juta)
Nolan (2-6 juta)
Rheos (2-3 juta)
Shark (2-4 juta)
Shoei (4-8 juta)
Vemar (2-6 juta)
Xlite (3-6 juta)

Nah bagaimana dengan harga helm ber SNI?

BMC (95rb - 400rb)
Hiu (65rb - 200rb)
dll.

Tips Memilih Helm
Selain sertifikasi dari Snell atau DOT, ada beberapa cara untuk mengetahui apakah helm tersebut berkualitas baik atau tidak. Beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain :

1. Memiliki ukuran proprosional - tidak terlalu besar atau sebaliknya
2. Tidak kopong - Bila di ketuk bagian batoknya tidak berbunyi nyaring
3. Tidak lentur - Helm di posisikan terbalik bila kedua sisinya ditekan tidak berubah bentuknya
4. Memiliki ketebalan stirofom sekitar 1 cm dan terdapat lapisan busa setebal 1 cm pada bagian depan
5. Jarak dari mulut pemakai dengan ujung helm sekitar 1-1.5 cm
6. Kaca helm tidak terlalu tipis, ketebalannya sekitar 2-3 mm
7. Terbuat dari bahan Plastik atau Karbon Kevlar

Helm yang baik tentunya berbeda dengan helm yang hanya menarik dari segi penampilanya. Kadang untuk mengetahui kualitas helm tersebut baru terlihat setelah dipakai.

1. Helm dengan ukuran yang pas, tidak terasa “oblak” saat di pakai
2. Suara kendaraan lain terdengar jelas meski kaca helm tertutup
3. Kaca helm tidak mudah mengembun maupun kemasukan angin
4. Ketika ventilasi helm dibuka hembusan angin masuk melalui lubang ventilasi tersebut

Pemerintah Mewajibkan Helm ber SNI apakah semua helm tanpa logo SNI akan ditilang?

Menurut detik, polisi belum menilang helm non SNI di Jakarta, namun saya rasa ini hanya masalah waktu, seiring dengan banyaknya pengguna helm ber SNI helm non SNI pasti akan ditilang juga. Adalah wajar bagi polisi untuk menilang pengguna jalan yang tidak menggunakan helm standar, namun demikian banyak orang bertanya apakah pengguna helm dengan kualitas jauh diatas SNI (jauh diatas standar yang ditetapkan pemerintah) juga akan kena tilang?

Helm SNI dan peraturan menteri perindustrian

Sebetulnya agak aneh ketika saya membaca bahwa yang mewajibkan helm ber SNI adalah peraturan menteri perindustrian. Saya melihat adanya satu hal bernuansa bisnis disini. Memang industri helm di Indonesia harus dilindungi salah satunya dengan peraturan pemerintah yang mewajibkan penggunaan helm ber SNI, namun demikian patut dilihat juga kalau yang menjadi alasan adalah keselamatan maka harusnya peraturannya adalah helm yang digunakan minimal ber-SNI. Dengan demikian helm dengan kualitas jauh diatas standar SNI seperti SNELL dan DOT masih boleh dipergunakan.

Jumat, 19 Maret 2010

Family Gathering HMPC Indonesia


















“Membangun kerukunan dan kebersamaan” adalah sebuah kalimat yang umum didengar.

Apa yang dilakukan HMPC Indonesia sebagai club motor varian MegaPro telah menggelar acara kumpul bersama, yaitu “Family Gathering 2010” tepatnya 17 Maret 2010 di Pantai Festival Ancol.

Senang rasanya berkumpul bersama, bermain dalam perlombaan, pembagian door-prize, makan siang bersama, ngobrol cekakak-cekikik penuh canda tawa dan itu tidak hanya para bikers HMPC yang terlibat tetapi juga melibatkan anggota keluarganya.

Bagi mereka yang sudah berkeluarga tentunya membawa istri dan anak-anaknya, sedangkan yang masih single membawa pacar ataupun TTM-nya. Ya.. pokoknya acara ini rame sekali, sebagai refreshing dan penuh dengan keceriaan sekaligus kesempatan untuk bertemu dengan teman-teman lama.

Kehadiran di sebuah komunitas seperti HMPC ini banyak sekali manfaatnya.

Kita tidak saja berbicara hanya untuk masalah hobi motor, tetapi juga banyak sekali kegiatan usaha atau bisnis maupun hobi lainnya yang bisa dibangun dan dikembangkan.

Membangun networking yang seluas-luasnya adalah suatu kesempatan yang paling baik jika kita ingin mendapatkannya melalui berbagai aktifitas di komunitas seperti HMPC ini.

Beberapa cuplikan foto:

Senin, 22 Februari 2010

si Biruku

Data Mod:
Lampu depan : Kawasaki KLX
Box atas : Givi E45
Box samping : Givi E21
Spatbor : Kawasaki ZX (depan)
New Tiger (belakang)
Ban : Battlax Brighstone
110 - 17 BT 45 (depan)
& 140-17 BT 45 (blkng)
Lampu tembak : Koso
Pelek : HMF-17
Klakson : Xenia & Denso


Honda Megapro tahun 2006 besutan milik bro Fajar ini mempunyai aliran modif turing, bro satu ini juga ikut dalam salah satu klub yang ada di Indonesia. HMPC Indonesia adalah klub yang dinaunginya sejak tahun awal 2008 dengan no id 533.
Motor ini sampai saat ini sudah sering melakukan perjalanan Jakarta - Jogja, Jakarta - Lampung, Cikarang - Bandung dan kota2 di wilayang Jawa Barat..
Namun konsep sebenarnya bro Fajar pasti akan meng-upgrade tunggangan megy miliknya. Dana menjadi faktor utama seseorang dalam memodifikasi kuda besinya, akan tetapi jika kita mempunyai niat yang kuat tidak ada suatu hal yang tidak mungkin.
"bravo.. brotherhood full of spirit "


Senin, 15 Februari 2010

Kartu Kredit


Salah satu sisi kehidupan finansial yang paling cepat berkembang mengikuti budaya global adalah penggunaan kartu plastik dan salah satu produknya adalah kartu kredit. Instrumen keuangan ini memberikan berbagai kemudahan, baik dalam bertransaksi maupun manajemen arus kas.

Pada pembahasan terdahulu, kita sudah membahas bagaimana dapat memanfaatkan keberadaan kartu kredit bagi keuangan Anda, dan menentukan pilihan kartu kredit yang sesuai dengan pola keuangan yang Anda miliki.


Kartu kredit memberikan banyak kemudahan bagi para pemakai

Kartu kredit memberikan banyak kemudahan bagi para pemiliknya, dari keamanan sampai pembayaran cicilan bulanan yang minimal. Tetapi hal yang harus selalu diingat dalam penggunaan suatu produk budaya baru adalah keharusan penyesuaian-penyesuaian pada perilaku kita. Janganlah kita hanya terjebak pada ‘gaya hidup’-nya saja, tetapi juga bagaimana mengekploitasinya guna kepentingan kita.

Pasar yang Sangat Besar

Sektor perbankan saat ini sangat gencar melakukan penetrasi pasar retail. Di mana Anda-anda semua adalah targetnya. Bila Anda mengikuti berbagai promosi maupun iklan di berbagai media masa, baik tulis maupun radio, Anda pasti pernah menemukan atau mendengar sebuah iklan yang menawarkan berbagai keuntungan dari kepemilikan kartu kredit. Ada perusahaan yang menawarkan kartu kredit dengan bunga nol persen untuk 3 bulan pertama ditambah dengan tidak adanya fee tahunan untuk tahun pertama saja. Atau yang baru-baru ini diluncurkan adalah dengan memiliki kartu kredit tersebut Anda dapat membeli sebuah telepon genggam tanpa bunga. Dan masih banyak lagi variasi iklan yang ditargetkan kepada masyarakat individu seperti Anda.

Oleh karena itu kami sangat menganjurkan agar Anda meniliti dengan seksama sebelum Anda mengambil keputusan untuk memiliki kartu kredit. Jangan sampai kemudahan kartu kredit yang ditawarkan malah memberikan petaka di kemudian hari. Bila Anda tertarik untuk memilikinya, kami menganjurkan untuk memiliki tidak lebih dari 3 buah kartu kredit.

Dalam pembahasan kali ini, kami mencoba memberikan masukan kepada Anda, atas keberadaan kartu kredit dan berbagai hal yang sebaiknya Anda ketahui, di mana perusahaan penerbit tidak memberikan informasi tersebut. Pelajari beberapa hal di bawah ini, semoga Anda mendapatkan manfaatnya.

Inilah empat (4) hal yang tidak pernah diinformasikan perusahaan penerbit kartu kredit kepada Anda dan kami mencoba memberikan solusi kepada Anda seputar informasi tersebut.

Penawaran bunga awal yang rendah biasanya tidak akan bertahan lama

Pernahkah Anda dihubungi atau mendapatkan surat yang menawarkan bunga awal kartu kredit yang sangat rendah, bahkan sampai 0 persen untuk jangka waktu 3-6 bulan? Tentunya sebagian dari Anda pernah mendapatkannya.

Tujuan dari penawaran suku bunga yang rendah ini—walau hanya terbatas untuk beberapa bulan saja—dapat memberikan dorongan kepada Anda untuk masuk dan memiliki kartu tersebut. Dan mungkin saja Anda benar-benar mengikutinya—bila Anda tidak mengetahui cerita lengkapnya.

Satu hal yang tidak ingin Anda mengetahuinya, perusahaan-perusahaan ini memiliki satu disclosure yang dicetak dalam tulisan yang sangat kecil, dan hal ini bisa saja membebani Anda. Misalkan bila Anda telat membayar minimum cicilan bulanan, Anda bisa dibebani atau dikenakan bunga tinggi. Demikian pula bila masa berlaku bunga sudah habis, biasanya bunga yang ditawarkan akan naik tinggi bahkan bisa lebih tinggi dari yang bisa Anda dapatkan saat ini.

Jadi bila dikaitkan dengan hal ini, sebaiknya Anda membaca dengan cermat disclousre yang ada dalam penawaran kartu kredit tersebut. Jangan sampai hal ini menjadi jerat di kemudian hari.

Kami ingin Anda membayar sedikit setiap bulan.

Dalam hal ini, perusahaan penerbit kartu kredit memberikan satu kemudahan yang mereka banggakan, yaitu pembayaran minimum bulanan yang sangat kecil, nilainya bisa hanya mencapai 5 persen dari total tagihan bulanan. Bila Anda membayar 5 persen dari total tagihan sebesar Rp.10 juta dengan bunga 3 persen/bulan, maka Anda membutuhkan waktu kurang lebih 31 bulan atau 2,5 tahun lebih untuk membayar lunas tagihan Anda…dan Anda harus membayar kurang lebih Rp 5,4 juta dalam bentuk bunga.

Contoh perhitungan di atas hanya bila kartu Anda tidak dipakai lagi. Tapi bagaimana bila Anda memakainya setiap bulan dan setiap bulan pula Anda membayar cicilan minimum? Maka utang kartu kredit Anda tidak akan habis-habisnya.

Menurut hemat kami, bayarlah cicilan bulanan dari tagihan kartu kredit Anda lebih besar dari cicilan minimum. Dengan begitu Anda mengurangi jumlah nilai bunga yang harus Anda bayarkan. Bayangkan bunga kartu kredit bulanan saat ini berkisar antara 3-3,5 persen/bulan atau sekitar 36-42 persen/tahun. Bukan main besarnya.

Kartu kredit kami mungkin tidak memiliki grace period

Kebanyakan kartu kredit memiliki grace period rata-rata sekitar 25 hari. Grace period ini adalah jangka waktu yang diberikan perusahaan penerbit kartu kredit sebelum mereka membebani pemakai bunga dari jumlah tagihan yang belum terbayar. Beberapa mungkin saja memberikan sampai 30 hari. Tapi harus diperhatikan bahwa ada dari perusahaan penerbit mengurangi grace period menjadi 20-15 hari saja. Malah ada yang sampai tidak memberikan grace period sama sekali. Mereka akan membebani bunga begitu Anda membeli atau berbelanja dengan kartu kredit Anda.

Untuk sebagian besar kartu kredit, pengambilan tunai melalui kartu kredit akan langsung dibebani bunga dan tentunya Anda juga dibebani dengan biaya pengambilan yang cukup besar—yaitu sekitar 4 persen dari jumlah pengambilan atau sekurang-kurangnya Rp.30-40 ribu setiap pengambilan.

Oleh karena itu kami menganjurkan agar Anda memperhatikan grace period yang dapat Anda peroleh. Bila Anda selalu membayar penuh setiap bulan, hal ini juga bisa membebani Anda bila tidak ada grace period sama sekali.

Biaya keterlambatan bukan satu-satu beban fee yang harus Anda bayar

Kebanyakan pemakai hanya mengkhawatirkan beban fee keterlambatan atau bunga yang harus dibayarkan. Sebenarnya, masih banyak biaya-biaya yang mungkin harus Anda keluarkan. Misalkan saja, beban biaya bila Anda melewati batas limit kredit Anda atau beban biaya bila Anda tidak menggunakan kartu kredit Anda dalam waktu yang relatif panjang misalkan 6 bulan dan masih banyak contoh biaya yang mungkin saja dibebani perusahaan penerbit kartu kredit kepada Anda.

Oleh karena itu kami sangat menganjurkan Anda untuk memperhatikan semua fee yang mungkin dibebani kepada Anda sebelum Anda menyetujui untuk memiliki kartu kredit tertentu.

Pehitungan Bunga

Dari ulasan di atas, kami berharap Anda dapat menganalisa lebih dalam berbagai informasi yang selama ini kurang di utaraka oleh penerbit kartu kredit. Dengan beberapa hal di atas kami berharap Anda mendapatkan informasi baru dan dapat bertindak tepat sesuai dengan informasi yang Anda dapat. Satu hal yang ingin kami jabarkan kali ini adalah pola perhitungan bunga yang dipakai oleh perusahaan penerbit kartu kredit.

Siapa dari Anda yang mengetahui pola perhitungan bunga yang dipakai penerbit kartu kredit Anda? Kami berkeyakinan bahwa sedikit dari Anda yang mengetahuinya. Oleh karena itu kami merasa perlu untuk memberikan informasi mengenai perhitungan kartu kredit ini, sehingga Anda dapat memilih perhitungan bunga yang mengutungkan bagi Anda—pemakai kartu kredit.

Bila melihat pola pehitungan bunga kartu kredit yang umum dipakai perusahan penerbit terdapat dua jenis perhitungan bunga dan salah satunya lebih baik bagi Anda pemakai setia kartu kredit. Sebelum masuk ke jenis pehitungan bunga, kami ingin mengingatkan kembali bahwa pehitungan bunga ini hanya berlaku bila Anda tidak membayar lunas setiap tagihan bulanan yang datang. Bila Anda membayar lunas, maka hal ini tidak usah menjadi hal yang harus Anda pusingkan.

Pola perhitungan pertama—yang menguntungkan bagi Anda—adalah menghitungan bunga dengan melihat balance rata-rata harian (average daily balance), termasuk di dalamnya pemakaian baru.

Sebagai contoh saja, bila Anda memakai kartu kredit Anda untuk pembelian sebesar Rp 1 juta untuk sebuah VCD player baru. Begitu tagihan bulanan Anda datang, Anda kekurangan dana tunai, sehingga Anda hanya bisa membayar sebesar Rp.500 ribu dari total tagihan Rp.1 juta. Satu bulan berlalu, dan datang lagi tagihan bulanan Anda dan untuk itu Anda akan ditagihkan Rp.500 ribu ditambah dengan bunga terhadap sisa balance bulan lalu.

Cara perhitungan bunga kedua adalah dengan menghitung dengan pola two-cycle average daily balance, termasuk di dalam pembelanjaan baru. Kita ambil seperti contoh sebelumnya, di mana Anda menggunakan kartu kredit Anda sebesar Rp.1 juta, Anda hanya bisa membayarnya sebesar Rp.500 ribu begitu tagihan bulanan datang. Bila perusahaan penerbit kartu kredit menggunakan metode two-cycle average daily balance, tagihan bulan depan akan mencantumkan bunga terhadap hampir semua total pembelanjaan yang Anda lakukan dua bulan lalu, yaitu bunga terhadap Rp.1 juta.

Bukan seperti metode pertama di mana pehitungan bunga hanya berdasarkan sisa dari balance yang ada. Mengapa? Karena bila Anda tidak membayar lunas total tagihan bulanan maka perusahaan penerbit akan menghitung bukan berdasarkan satu billing cycle tapi dua billing cycle.

Untuk mengetahui bagaimana perusahaan penerbit menghitung bunga kartu kredit, sebaiknya Anda membaca dengan cermat dalam form aplikasi yang ada atau Anda dapat menanyakan kepada perusahaan tersebut metode apa yang dipakai.

Demikianlah beberapa informasi yang menurut hemat kami perlu Anda ketahui, sehingga Anda dapat memanfaatkan keuntungan dari kartu kredit dengan lebih bijak dan memberikan keuntungan bagi Anda—pemakai kartu kredit yang setia. n

Diambil dari Harian Umum Sore Sinar Harapan Rubrik PERENCANAAN KEUANGAN. Rubrik ini diasuh oleh Tim Indonesia School of Life (ISOL) yakni Andrias Harefa, Roy Sembel, M. Ichsan, Heru Wibawa, dan Parpudi Lubis.

Rabu, 10 Februari 2010

Prosedure Tetap Touring

Belajar dari pengalaman bersama Komunitas/Klub Motor bahwasanya segala ketentuan touring dan tata cara berkendara seharusnya menetapkan prinsip “Safety Riding” (keamanan berkendara).

Pada prinsipnya semua Komunitas/Klub Motor sudah memiliki pemahaman, maupun penerapan ‘Safety Riding’ berlandaskan Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah (PP) antara lain:

PP No. 41/1993 Tentang Angkutan Jalan
PP No. 42/1993 Tentang Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan
PP No. 43/1993 Tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan
PP No. 44/1993 Tentang Kendaraan dan Pengemudi
UU No. 14/1992 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

Semua anggota Komunitas/Klub motor memiliki SIM (Surat Ijin Mengemudi) dan melewati proses pengujian yang benar. Sudah barang tentu pemilik SIM sudah mengetahui sanksi hukum jika ada pelanggaran yang dibuatnya. Jika benar ada pelanggaran, itupun pelanggaran per individu dan tidak lagi menjadi kapasitas pengawasan dari Komunitas/Klub Motor.

Jika memang ada pelanggaran yang diketahui oleh Pengurus Komunitas/Klub Motor maka biasanya sanksi yang diberikan teguran melalui tulisan e-mail atau juga ketika acara kopdar (kopi darat). Namun ada juga komunitas atau klub motor yang melakukan “publikasi” melalui sarana milis (mailing list). Setidaknya sanksi melalui publikasi ini dapat memberikan efek jera bagi anggotanya yang melanggar UU Lalu-Lintas.

Ketika sebuah Komunitas/Klub Motor melakukan touring, biasanya seluruh rangkaian touring diatur dengan profesional serta penuh tanggung jawab dari para pengurusya maupun dari seluruh anggota. Tanggung jawab ini merupakan “harga diri” dari sebuah nama Komunitas/Klub Motor yang tetap harus dijaga.

DIBAWAH INI ADALAH CONTOH MEKANISME TOURING (tidak baku, hanya sekedar contoh berdasarkan pengalaman penulis)

  1. Membentuk Panitia jika touring melibatkan lebih dari 50 peserta (bikers).
  2. Menentukan PIC (Person in Charge) atau Group Leader (GL) jika peserta touring di bawah 50.
  3. Panitia/PIC menyusun acara antara lain: menetapkan lokasi, membuat nama acara, membuat maksud dan tujuan acara, menetapkan waktu pelaksanaan, menetapkan biaya, menetapkan rute perjalanan, menetapkan titik kumpul, dan menetapkan jadwal pendaftaran (batas waktu).
  4. Panitia/PIC membuat publikasi, undangan dan sosialisasi program acara touring. Sekaligus mencari sponsor (jika memungkinkan).
  5. Panitia/PIC membuatkan “Surat Jalan” yang dikeluarkan Kantor Polda/Polres/Polsek (salah satu).
  6. Panitia/PIC menetapkan “Persyaratan Standard Teknis atau Kelayakan Motor” peserta touring.
  7. Form pernyataan diisi oleh peserta antara lain data-data jika terjadi keadaan darurat, maupun pernyataan dan tanggung jawab peserta jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
  8. Setelah jumlah dan nama peserta terkumpul, Pantia/PIC harus menetapkan petugas touring yaitu: ‘Road Captain (RC)’, ‘Vooridjer (VJ)’, dan ‘Sweeper (SW)’ untuk setiap grup.
  9. Pembagian grup atau konvoi ditetapkan dengan batas toleransi max. 10 (sepuluh) motor per grup dengan interval start sekitar 5-10 menit. Masing-masing Komunitas/Klub memiliki kebijaksanaannya sendiri dan dikondisisikan sesuai dengan rute yang akan dilewati.
  10. Setiap grup masing-masing bertanggung-jawab atas grup nya sendiri. Jika terjadi pertemuan antara dua grup dalam perjalanan, terpaksa salah satu grup harus memisahkan diri. Bisa jadi grup yang tadinya ada dibelakang, diijinkan untuk melewati grup yang didepan (kasus demi kasus).
  11. Petugas touring yang dipilih oleh Panitia/PIC harus memiliki jam terbang atau pengalaman touring, karena diharapkan mampu memberikan contoh yang baik kepada anggota lainnya, khsususnya kepada yang baru pertama kali ikut touring.
  12. Jika tujuan touring ke Lampung (contoh saja), maka Panitia/PIC dari Jakarta lebih dulu menghubungi rekannya di Lampung untuk berkoordinasi perihal penyambutan, pengawalan, penginapan, rencana tujuan wisata di Lampung dan sekitarnya.
  13. Sebelum start, petugas teknis melakukan ’screening’ untuk semua motor sesuai isian form pernyataan dan standard pemeriksaan. Jika kondisi motor, atau perlengkapan touring tidak memenuhi syarat, maka peserta dicoret atau tidak boleh ikut serta.
  14. Sebelum start, petugas ‘Road Captain (RC)’ mengadakan ‘briefing’ sekaligus sambutan dan pengarahan tentang tujuan dan maksud touring, menyampaikan tata-tertib berkendara, serta arti dan makna dari “Safety Riding”.
  15. Sebelum start, petugas RC harus jelas menegaskan tentang pentingnya ‘hak dan kewajiban sesama pemakai jalan’, ‘keselamatan umum’, ‘opini masyarakat’, ‘mengurangi bunyi klakson’, ‘peraturan lalulintas’ dan semua bikers harus tetap berlaku sopan/santun.
  16. Sebelum start, petugas RC perlu menjelaskan mengenai rute yang akan dilewati, baik arah pergi maupun arah pulang, sekaligus menentukan titik-titik pemberhentian, menentukan waktu istirahat, dan membuat kesepakatan baru jika ada dan perlu.
  17. Sebelum start, para peserta yang menggunakan RAKOM (radio komunikasi) harus saling berkoordinasi untuk menentukan saluran frekuensi yang dipergunakan. Pilihan saluran yang harus disiapkan sejak awal minimum ada 2 atau 3 channel, yaitu saluran utama dan saluran cadangan.
  18. Giliran petugas VJ melakukan pengaturan barisan konvoi sesuai ’skill riding’ masing-masing peserta. Barisan juga disesuaikan dengan pemilik RAKOM. Pergantian urutan bisa terjadi sesuai kenyamanan maupun pengamatan petugas SW ketika grup berhenti saat isi bensin atau istirahat minum/makan. Segala sesuatunya harus bisa dikondisikan sesuai keadaan di lapangan.
  19. Petugas VJ wajib melakukan ‘briefing’ tentang tata-cara berkendara selama touring, yaitu menyampaikan “bahasa isyarat touring” atau “hand signal group riding“. Ia harus berdiri ditengah atau didepan semua peserta sambil memberikan contoh semua gerakan-gerakan atau isyarat touring yang berlaku.
  20. Pada bagian akhir diberikan waktu tanya/jawab. Setelah itu petugas VJ menutup briefing dengan berdoa, kemudian bersiap dimotor untuk segera start.

BAHASA ISYARAT TOURING

Pada bagian terakhir ini ‘VJ Touring’ wajib memberikan simulasi serta menjelaskan arti dari pada “bahasa isyarat touring” yang harus dilakukan oleh semua peserta secara berurutan. Jika ‘VJ Touring’ memberikan isyarat kaki diturunkan, artinya ‘VJ Touring’ memberikan tanda ada jalan bergelombang, atau sebagai tanda ada jalan yang berlubang, atau juga hal lainnya yang bisa membahayakan grup.

‘VJ Touring’, berada diposisi paling depan, memberikan bahasa isyarat touring yang kemudian diteruskan secara berurutan sampai pada peserta di belakang. Hal ini harus dilakukan karena penerapan “Safety Riding”, yaitu keselamatan berkendara dapat berjalan dengan baik dan lancar.

“Bahasa isyarat touring” atau “hand signals group riding” yang dipergunakan di Indonesia pada umumnya adalah sama sebagaimana telah dipakai oleh berbagai komunitas maupun klub motor di Indonesia ketika mereka melakukan touring .

ONTOH GAMBAR (dikutip dari: www.a3hog.com)

Gambar dibawah ini adalah sekedar contoh yang sekiranya harus dilakoni oleh ‘Petugas VJ Touring’ karena ia akan memimpin barisan grup, sudah tentu posisinya harus berada di barisan paling depan. Kemudian bahasa isyarat yang diberikan oleh VJ harus di ikuti oleh peserta secara berurutan mulai dari peserta nomor dua dan terus kebelakang.

Namun pada prakteknya contoh gambar-gambar yang dikutip dari website www.a3hog.com untuk beberapa isyarat mempunya arti dan makna yang berbeda. Hal ini karena disesuaikan dengan gaya dan riding style dari setiap komunitas, klub motor, jenis motor yang dipakai. maupun sikap dari pengendara itu sendiri.

Catatan:

Untuk setiap keterangan yang ada dibawah ini hanyalah berdasarkan pengalaman pribadi penulis ketika mengikuti touring secara grup.

1. START MESIN: Petugas VJ memberikan isyarat ‘hidupkan mesin’ dengan tangan kanan keatas sambil memainkan jari telunjuk tangan kanan.

Posisi masih berhenti dan kode start harus didahului oleh klakson dari petugas SW yang ada paling belakang. Usai klakson SW tadi, VJ memberikan acungan jempol tangan kanan/kiri agar dilihat oleh semua peserta, artinya ‘ready to go.’

2. BELOK KIRI: Petugas VJ memberikan isyarat ‘belok kiri’ dengan cara mengayunkan tangan kiri sampai batas pundak sebelum ia belok ke kiri.

3. BELOK KANAN: Petugas VJ memberikan isyarat belok kanan dengan cara mengangkat tangan kiri sampai keatas helm, dengan telapa tangan kiri tebuka mengarak kekanana. Gerakan dilulangi beberapa kali menunjuk kekanan.

4. BAHAYA DI SISI KIRI: Petugas VJ memberikan isyarat ada ‘bahaya di sisi kiri’ dengan mengangkat tangan kiri, serta menurunkan tangan kirinya ke bawah sambil membuka jari telunjuknya. Menunjuk sesuatu kebawah kiri seperti ada lubang atau jalan rusak. Cara ini jauh lebih baik dari pada dengan mengangkat kaki.

5. BAHAYA DI SISI KANAN: Kalau pengendara bisa melepas gas dengan situasi aman, maka isyarat memberikan ‘bahaya di sebelah kanan’ bisa saja dilakukan dengan mengangkat tangan kanan dan menunjuk ke arah kanan.

6. BAHAYA DI SISI KANAN: Petugas VJ jika terpaksa memberikan isyarat ‘bahaya disisi kanan’ dengan cara mengangkat kaki kanan secukupnya. Isyarat ini bukan aksi mau menendang, tetapi hanya sekedar memberitahukan adanya bahaya dikanan karena tangan kanan pengendara harus tetap pegang handle gas

7. BAHAYA DI SISI KIRI: Sama dengan kondisi diatas, Petugas VJ bisa juga memberikan isyarat ada ‘bahaya disisi kiri’ sambil mengangkat kaki kiri secukupnya. Sekali lagi isyarat-isyarat menggunakan kaki bukan bermaksud menendang, tetapi hanya memberitahukan ada bahaya di kiri sementara tangan kiri pengendara harus pegang kopling.

8. TAMBAH KECEPATAN :P etugas VJ memberikan isyarat ‘tambah kecepatan’ dengan cara mengangkat tangan kiri sambil menunjukkan jari telunjuk kirinya. Isyarat ini bisa juga di lakukan dengan membuka telapak tangan kiri kemudian digerakkan kedepan berulang-ulang. Gerakan tangan yang lain, yaitu tangan kiri diangkat ke atas kemudian didorong kedepan. Pesannya mengatakan ‘ayo maju lagi, yuk kita lebih cepat lagi’. Isyarat ini harus melihat kondisi jalan, apakah aman serta memungkinkan kecepatan bisa ditambah.


9. KURANGI KECEPATAN: Petugas VJ memberikan isyarat ‘kurangi kecepatan’ dengan cara melepas lengan tangan kiri dari handle kopling dengan secukupnya kemudian telapak tangan terbuka dimainkan atau diayunkan dengan perlahan. Bisa juga lengan tangan kiri secara besar diayun-ayunkan agar terlihat oleh semua peserta. Biasanya isyarat ini dilakukan ketika melewati tikungan-tikungan di pegunungan atau di jalan lurus dimana VJ minta kecepatan dikurangi secara perlahan, atau juga VJ minta extra perhatian grup untuk selalu “hati-hati”.

10. RAPATKAN BARISAN: Petugas VJ memberikan isyarat ‘rapatkan barisan’ dengan mengangat tangkat kirinya keatas, mengepalkan telapak tangan kiri kemudian diayunkan beberapa kali. Isyarat ini bisa juga ketika kecepatan mendadak diminta VJ agar segera pelan dan kemudian akan berhenti karena “red traffic light” atau bahaya lainnya.

11. BUAT SATU BARIS: Petugas VJ memberikan isyarat ‘buat barisan jadi satu’ dengan cara mengangkat tangan kirinya tinggi dan menempatkan telapak tangan kirinya diatas helm terbuka menghadap ke kanan, kemudian telapak tangan tadi diayungkan seperlunya. Isyarat satu baris ini juga bisa dengan mengangkat tangan kiri kemudian memberikan telunjuk satu kiri.

12. BUAT DUA BARIS: Petugas VJ memberikan isyarat ‘buat dua baris’ dengan cara mengangkat tangan kirinya sembari memberikan dua jari sebagai tanda angka 2. Isyarat ini meminta formasi barisan grup menjadi dua dengan syarat kecepatan rendah, kondisi jalan sepi dan formasi memang layak untuk berbaris dua. Jika kondisi dua baris sudah tidak mungkin lagi, maka secepatnya VJ memberikan isyarat satu baris (no. 11).


13. STOP/BERHENTI: Petugas VJ memberikan isyarat “berhenti/stop” dengan cara melepaskan tangan kirinya dari handle kopling kemudian telapak kirinya dibuka ke belakang sambil dimainkan atau digoyang-goyang menandakan harap segera berhenti. Isyarat ini jarang dipergunakan karena isyarat no. 10 rapatkan barisan dipakai sekaligus untuk berhenti.

Seluruh keterangan mekanisme touring, maupun bahasa isyarat VJ yang telah dipaparkan diatas bukanlah suatu hal yang baku. Sebenarnya masih banyak lagi mekanisme touring, maupun isyarat-isyarat lainnya yang bisa dipergunakan ketika berkendara bersama grup. Semua mekanisme touring dan bahasa isyarat tetap disesuaikan dengan kebutuhan, juga perkembangan dari setiap grup, komunitas maupun klub motor yang bersangkutan.

RAKOM adalah salah satu perangkat yang sangat membantu dalam kegiatan touring, namun sayang tidak semua orang mampu melengkapi perangkat RAKOM di motornya (artikel sekilas perangkat RAKOM, klik ini). Tapi yang paling penting, apapun mekanismenya, bahasa isyarat, maupun cara penyampaiannya kiranya semua pihak tetap mengacu pada “Safety Riding” karena keselamatan berkendara dan keselamatan umum tetap harus diutamakan.

Semua orang ingin menikmati perjalanan dengan nyaman, dan keluarga dirumah pun selalu mendoakan agar kita selamat sampai ditujuan.

artikel ini dicopy dari blog www.sthepenlangitan.com thanks atas info


Selasa, 09 Februari 2010

Lembang (Bandung) & Kulinernya...

Dingin-dingin enaknya makan apa ya? Hmm, tentu saja ada banyak pilihan. Yang jelas, bisa membuat badan terasa hangat. Makan sate kelinci, rasanya pantas dicoba. Malam sudah begitu larut di Jl Raya Lembang, Bandung. Brr, udaranya dingin sekali. Di tengah udara dingin, bukan hal yang aneh ketika perut keroncongan minta diisi. Di dekat tempat-tempat penginapan di Lembang, banyak berjajar warung penjual sate. Ada sate kelinci, juga sate kambing. Dijual pula ketan bakar yang enak dinikmati saat masih hangat. Sabtu (5/2/10) saya dan rekan2 se-klub motor mengadakan TDG (Turing Dadakan Gila) dalam rangka undangan acara ultah sebuah klub motor tetangga di kota kembang.. hal yg tidak akan dilewatkan yaitu kuliner malam selalu mengisi perjalan turing saya... nah pas waktu itu Lembang menjadi tempat yg menarik untuk dijadikan wisata kuliner..

Minggu, 15 Februari 2009

Kaos Turjib






Introduce,
Entri blog ini ditujukan untuk seluruh member HMPC Chapter Cikarang
"Shirt design for 1st turjib in 2009"

Jumat, 28 November 2008

Special thanks '03

Falsafah Cinta...



Falsafah Cinta...

Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab,
Mereka yang hanya ingin bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan,
Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian,
Mereka yang mencintainya, menyebutnya takdir.

Allah mengetahui yang terbaik, akan memberi ujian untuk menguji kita,
Kadang cinta melukai hati, supaya hikmahnya bisa tertanam dalam.

Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan dibaliknya,
Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa Ia mengambil sesuatu, Ia akan memberi yang lebih baik.

Mengapa menunggu ?

Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa,
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono,
Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu.

Jika ingin berlari, belajarlah berjalan dahulu,
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu,
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu.

Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, ketimbang memilih apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius

Perlu kau ketahui bahwa :
Bunga tidak mekar dalam waktu semalam,
Kota Roma tidak dibangun dalam waktu sehari,
Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan,
Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan.

Kebanyakan hal yang indah dalam kehidupan memerlukan waktu yang lama,
Dan penantian tidaklah sia-sia. Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal ?

iman, keberanian, pengharapan.

Penantian menjanjikan satu hal yang tak dapat dibayangkan oleh seorang pun.
Pada akhirnya, Allah dengan segala hikmatnya,
Meminta kita menunggu karena alasan yang penting


faj_

Jika Aku Jatuh Cinta ....

Ya Allah, jika aku jatuh cinta , cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu...

Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta, jagalah cinta ku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu...
Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu...
Ya Rabbana, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling dari hati-Mu...
Ya Rabbul izzati, jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu...
Ya Allah, jika aku rindu, jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu...
Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhir-Mu..
Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu..
Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu, jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu...
Ya Allah, Engkau mengetahui bahwa hati hati ini telah terhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa dalam taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-Mu dan telah terpadu dalam membela syariat-Mu, penuhilah hati hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada dada kami dengan limpahan keimanan...

Amiinnn...Amiiinnn...Ya Robbal Alamiinnnn.............